Dokter: Mau Sambil Naik Motor atau Bersantai, Harus Setop Merokok
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1312904/original/035512700_1470805209-Stop_Merokok2.jpg)
MADU99.NET- Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengatakan bahwa apa pun kegiatannya sebaiknya tidak merokok. Entah itu sambil mengendarai motor maupun mobil, perilaku tidak merokok itu lebih baik untuk kesehatan daripada merokok.
"Mau dia sambil mengemudi ataupun tidak, bagi kami dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia kebiasaan merokok itu harus berhenti atau setop merokok. Itu yang terpenting," kata Ketua PDPI Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K).
"Jadi, mau sambil naik motor atau santai-santai lebih baik tidak merokok," lanjut Agus saat dihubungi MADU99.ORG Kamis (4/4/2019).
Bila ditilik dari data-data medis, kebiasaan merokok memiliki banyak kerugian bagi tubuh. Sudah jelas, aneka studi mengatakan ada banyak penyakit yang terkait dengan kebiasaan merokok.
"Kanker paru, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), penyakit kanker jenis yang lain, jantung, dan sebagainya. Itu sudah jelas terbukti," kata pria yang berpraktik di RS Persahabatan Jakarta ini .
Merokok terbukti ganggu konsentrasi
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/674602/original/ilustrasi4-rokok-140509.jpg)
Agus pun menampik jawaban sebagian orang yang terbiasa merokok agar lebih konsentrasi. Tak ada bukti yang jelas terkait itu, fakta yang ada menunjukkan kebiasaan merokok mengganggu konsentrasi.
"Dampaknya jelas bahwa merokok itu memberikan banyak gangguan pada fungsi fisiologis, termasuk pada fungsi respons motorik seseorang. Itu ada penelitiannya," kata Agus
Sebelumnya, tengah ramai diperbincangkan mengenai penerapan aturan penilangan terhadap pengendara kendaraan bermotor yang merokok. Aturan ini sudah dijalankan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Berdasarkan aturan yang ada, pengendara sepeda motor yang mengemudi sambil merokok terancam kurungan penjara selama tiga bulan atau didenda sebanyak Rp750 ribu
Tidak ada komentar