Populasi Kucing Liar Bikin Sebuah Desa di Taiwan Selamat dari Kebangkrutan
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2767968/original/085974900_1554207595-kilo.jpg)
MADU99.NET- Mulai dari anda tiba di desa houtong di taiwan utara, anda tidak akan kesulitan mengetahui siapa binatang sebenarnya dari pendesaan yang asri ini
Ada jembatan bebentuk kucing, mangkuk makanan hewan peliharaan di sisi jalan setapak rambu jalan dengan moftik kucing, kafe bertema kucing, dan tentu saja, kucing- kucing mengemaskan yang berkeliaran bebas
Dikutip dari CNN pada selasa (2/4/2010), sejarah houtong bermula pada awal 1900-an, ketika wilayah kecil di new taipei itu tumbuh pesar seiring dibukanya situs perkembangan batu bara di dekatnya, yang konon merupakan terbesar dan paling maju di taiwan kala itu
houtong kala itu adalah desa yang makmur dengan sekitar 6.000 penduduk dan pekerja sebelumnya tambang itu tidak lagi digunakan pada 1990
Karena sebagian besar penduduk muda pergi merantau untuk mendapatkan peluang yang lebih baik, houtong menjadi desa sepi dengan penduduk tidak lebih dari seratusan orang. namun baik pada 2010, ketenaran houtong melonjak setelah seorang fotografer mulai menulis blog tentang pertumbuhan populasi kucing liar di desa itu
Sejak itu kota yang tadin ya diprediksi segera bangkrut itu bertransformasi menjadi kiblat pencinta kucing, sekaligus menyediakan sumber pendapatan bagi penduduk desa setempat
banyak kucing liar, sekarang diberi julukan penuh kasih sayang dirawat oleh penduduk desa setempat serta pasukan sukarelawan
selain banyak banyak toko dan kafe bertema kucing lucu di desa tersebut, pemerintah setempat juga telah mengambil kesempatan untuk memperbaiki houtong dan menyoroti sejarah panjangnya
Jembatan pejalan kaki bertema kucing dibagun dari hasil kompetensi nasional. selain itu disematkan pula deretan pelat logam berbentuk tapk kaki kucing, sebagai penanda jalan
pusat informasi dan pendidikan kucing dibuka pada 2014, menampilkan jalan setapak kucing yang ditinggikan di bagian depan gedung
sebuah taman museum untuk mengenang kehidupan bekas tambang juga turut dibuka pada 2010, yang kemudian menjadi tuan rumah festival lentera kucing pada 2012. semuanya tampaknya membuahkan hasil kota ini sekarang menarik sekitar satu juta pengunjung setiap tahun
Tidak ada komentar